Jikaistri melakukan dosa karena suami tidak menasehatinya, maka dosa yang diperbuat istri itu menjadi tanggungjawab suami. Jika istri melakukan dosa karena suami tidak menasehatinya, maka dosa yang diperbuat istri itu menjadi tanggungjawab suami. Minggu, 31 Juli 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com;
Suami Menanggung Dosa Istri? Apakah suami menanggung dosa istri ketika istri tidak berjilbab atau membuka aurat di depan orang lain? Jawab Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa baโ€™du, Kaidah secara umum yang disebutkan Allah dalam al-Quran, ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฒูุฑู ูˆูŽุงุฒูุฑูŽุฉูŒ ูˆูุฒู’ุฑูŽ ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain. Pernyataan ini Allah sebutkan 4 kali dalam al-Quran, di surat al-Anโ€™am 164, al-Isra 15, Fathir 18, dan az-Zumar 7. Karena setiap jiwa menanggung amalnya sendiri-sendiri. Allah berfirman, ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฑูŽู‡ููŠู†ูŽุฉูŒ โ€œSetiap jiwa tergadaikan dengan amalnya.โ€ QS. al-Muddatsir 38. Termasuk maksiat yang dilakukan seseorang, dia sendiri yang akan menanggungnya. Bukan orang lain. Mendapat Cipratan Dosa Hanya saja, bisa saja orang mendapatkan cipratan dosa, karena maksiat yang dilakukan orang lain. Dan itu terjadi karena beberapa sebab. Diantaranya, Pertama, Menjadi pelopor maksiat Gara-gara keberadaan orang ini, masyarakat menjadi kenal maksiat. Atau semakin berani melakukan maksiat. Sehingga dia turut mendapatkan saham dosa dari semua orang yang terpengaruh dengannya dalam melakukan maksiat. Karena yang Allah catat dari kehidupan kita, tidak hanya aktivitas dan amalan yang kita lakukan, namun juga dampak dan pengaruh dari aktivitas dan amalan itu. Allah berfirman di surat Yasin, ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูุญู’ูŠููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽูƒู’ุชูุจู ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ููˆุง ูˆูŽุขุซูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽุญู’ุตูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ุฅูู…ูŽุงู…ู ู…ูุจููŠู†ู โ€œSesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata Lauh Mahfuzh.โ€ QS. Yasin 12 Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan nilai dosa akibat menjadi pelopor maksiat, ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู‹ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูุฒู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูุŒ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุก โ€œSiapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.โ€ HR. Muslim 2398. Orang ini tidak mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan. Namun orang ini melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya atau menyebarkannya. Karena itulah, anak adam yang pertama kali membunuh, dia dilimpahi tanggung jawab atas semua kasus pembunuhan karena kedzaliman di alam ini. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู„ุงูŽ ุชูู‚ู’ุชูŽู„ู ู†ูŽูู’ุณูŒ ุธูู„ู’ู…ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุงู„ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ูƒููู’ู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุฏูŽู…ูู‡ูŽุง โ€œTidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.โ€ HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya. Kedua, mengajak orang lain melakukan maksiat Dia mengajak masyarakat untuk bermaksiat, meskipun bisa jadi dia sendiri tidak melakukannya. Merekalah para juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan. Allah berfirman, menceritakan keadaan orang kafir kelak di akhirat, bahwa mereka akan menanggung dosa kekufurannya, ditambah dosa setiap orang yang mereka sesatkan, ู„ููŠูŽุญู’ู…ูู„ููˆุง ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู…ูู„ูŽุฉู‹ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุถูู„ู‘ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ุฃูŽู„ูŽุง ุณูŽุงุกูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุฒูุฑููˆู†ูŽ Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka disesatkan. QS. an-Nahl 25 Imam Mujahid mengatakan, ูŠุญู…ู„ูˆู† ุฃุซู‚ุงู„ู‡ู… ุฐู†ูˆุจู‡ู… ูˆุฐู†ูˆุจ ู…ู† ุฃุทุงุนู‡ู…ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฎูู ุนู…ู† ุฃุทุงุนู‡ู… ู…ู† ุงู„ุนุฐุงุจ ุดูŠุฆู‹ุง Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya. Tafsir Ibn Katsir, 4/566. Ayat ini, semakna dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุนูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฅูุซู’ู…ู ู…ูุซู’ู„ู ุขุซูŽุงู…ู ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูุŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุขุซูŽุงู…ูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง โ€œSiapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.โ€ HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya. Ketiga, Membiarkan kemunkaran terjadi di tengah keluarganya, padahal dia mampu mengingatkannya Nabi shallallahu alaihi wa sallam mewajibkan kita untuk mengingkari kemungkaran yang ada di hadapan kita. Baik dengan tangan, lisan, atau minimal hatinya membenci. Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑู’ู‡ู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุถู’ุนูŽูู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู โ€œSiapa yang melihat kemungkaran hendaklah meluruskannya dengan tangannya, maka jika tidak sanggup hendaklah meluruskan dengan lisannya, jika tidak sanggup hendaklah dia meluruskan dengan hatinya dan ini adalah iman yang paling lemah.โ€ HR. Muslim 49. Bagian dari pengingkaran terhadap kemungkaran itu adalah menjauhinya dan tidak bergabung dengan pelaku kemungkaran. Allah ingatkan para hamba-Nya untuk tidak kumpul dengan orang munafiq, ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ู†ูŽุฒู‘ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽู†ู’ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุขูŽูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠููƒู’ููŽุฑู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽู‡ู’ุฒูŽุฃู ุจูู‡ูŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุนูุฏููˆุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎููˆุถููˆุง ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูุฐู‹ุง ู…ูุซู’ู„ูู‡ูู…ู’ โ€œSungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan oleh orang-orang kafir, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sungguh jika kalian tidak menyingkir, berarti kalian serupa dengan mereka.โ€ QS. an-Nisa 140 Allah sebut, orang yang ikut nimbrung bersama orang kafir atau orang munafiq dalam melakukan kekufuran dengan โ€œjika kalian tidak menyingkir, berarti kalian serupa dengan mereka.โ€ Al-Qurthubi mengatakan, ููŽุฏูŽู„ู‘ูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆุจู ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุตููŠ ุฅูุฐูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŒ ุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู†ูุจู’ู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ููุนู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูุถูŽุง ุจูุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ูƒููู’ุฑูŒ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูุฐุงู‹ ู…ูุซู’ู„ูู‡ูู…ู’ . ููŽูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ูููŠ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ูƒูุฑู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุฒู’ุฑู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ Ayat ini menunjukkan wajibnya menjauhi pelaku maksiat ketika mereka menampakkan kemungkaran. Karena orang yang tidak menjauhi kemungkaran mereka, berarti ridha dengan perbuatan mereka. Dan ridha dengan perbuatan kekufuran adalah kekufuran. Allah menegaskan, โ€œBerarti kalian seperti mereka.โ€ Sehingga semua yang duduk bersama di majlis maksiat, dan tidak menghingkarinya, maka dosa mereka sama. Tafsir al-Qurthubi, 5/418. Hubungan Suami, Istri & Anak Ketika suami sebagai kepala rumah tangga, membiarkan istrinya atau putrinya bermaksiat, menampakkan aurat, maka kepala keluarga turut mendapatkan dosanya. Karena berarti dia menyetujui kemaksiatan yang dilakukan keluarganya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahkan memberikan ancaman keras bagi suami semacam ini, dan beliau sebut dengan gelar dayuts lelaki tanpa cmburu. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุงู‚ู‘ู ู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุชูŽุฑูŽุฌู‘ูู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽูŠู‘ููˆุซู Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts. HR. Ahmad 6180, Nasai 2562, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth. Mengenai pengertian dayuts, dalam kamus al-Misbah dinyatakan, ุฃู† ุงู„ุฏูŠูˆุซ ู‡ูˆ ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุบูŠุฑุฉ ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ู‡ Dayuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. al-Mishbah al-Munir, madah da โ€“ ya โ€“ tsa. Berbeda ketika suami telah mengingatkan istrinya atau putrinya untuk meninggalkan yang terlarang, sudah diberi peringatan, bahkan ancaman dan hukuman, namun mereka tetap melanggar, dan suami tidak bisa mengambil tindakan apapun, maka suami tidak menanggung dosa mereka. Sebagaimana ini yang terjadi pada Nabi Nuh dan Nabi Luth. Istri kedua orang soleh ini mengkhianati suaminya. Mereka turut dihukum oleh Allah, setelah Allah menyelamatkan kedua nabi-Nya โ€“ alaihis shalatu was salam โ€“. Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits Dewan Pembina Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 REKENING DONASI BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Pembagian Nafsu, Definisi Hadits Qudsi, Gambar Makam Ibrahim, Al Matsurat Rumaysho, Cara Mengusir Jin Dalam Tubuh, Ciuman Bibir Suami Istri Dalam Islam KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28

Tentunyamemiliki sifat benci terhadap istri merupakan salah satu bentuk dosa suami terhadap istri. Rasulullah telah mengingatkan akan hal ini melalui hadist berikut : " Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya," (H.R. Muslim). 6.

KARENA sudah menikah, jika sang istri melakukan maksiat apa maksiatnya itu akan di tanggung oleh suami? Apa benar? Kaidah secara umum yang disebutkan Allah dalam al-Quran, โ€œSeseorang tidak akan menanggung dosa orang lainโ€ Pernyataan ini Allah sebutkan 4 kali dalam al-Quran, di surat al-Anโ€™am 164, al-Isra 15, Fathir 18, dan az-Zumar 7. Karena setiap jiwa menanggung amalnya sendiri-sendiri. Allah berfirman, โ€œSetiap jiwa tergadaikan dengan amalnya,โ€ QS. al-Muddatsir 38. Termasuk maksiat yang dilakukan seseorang, dia sendiri yang akan menanggungnya. Bukan orang lain. Mendapat Cipratan Dosa Hanya saja, bisa saja orang mendapatkan cipratan dosa, karena maksiat yang dilakukan orang lain. Dan itu terjadi karena beberapa sebab. Diantaranya, Pertama, Menjadi pelopor maksiat Gara-gara keberadaan orang ini, masyarakat menjadi kenal maksiat. Atau semakin berani melakukan maksiat. Sehingga dia turut mendapatkan saham dosa dari semua orang yang terpengaruh dengannya dalam melakukan maksiat. Karena yang Allah catat dari kehidupan kita, tidak hanya aktivitas dan amalan yang kita lakukan, namun juga dampak dan pengaruh dari aktivitas dan amalan itu. Allah berfirman di surat Yasin, โ€œSesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata Lauh Mahfuzh,โ€ QS. Yasin 12. Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan nilai dosa akibat menjadi pelopor maksiat, โ€œSiapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka,โ€ HR. Muslim 2398. Kedua, mengajak orang lain melakukan maksiat Dia mengajak masyarakat untuk bermaksiat, meskipun bisa jadi dia sendiri tidak melakukannya. Merekalah para juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan. Allah berfirman, menceritakan keadaan orang kafir kelak di akhirat, bahwa mereka akan menanggung dosa kekufurannya, ditambah dosa setiap orang yang mereka sesatkan, โ€œMereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka disesatkan,โ€ QS. an-Nahl 25. Imam Mujahid mengatakan, Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya. Tafsir Ibn Katsir, 4/566. Ketiga, Membiarkan kemunkaran terjadi di tengah keluarganya, padahal dia mampu mengingatkannya Nabi shallallahu alaihi wa sallam mewajibkan kita untuk mengingkari kemungkaran yang ada di hadapan kita. Baik dengan tangan, lisan, atau minimal hatinya membenci. Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œSiapa yang melihat kemungkaran hendaklah meluruskannya dengan tangannya, maka jika tidak sanggup hendaklah meluruskan dengan lisannya, jika tidak sanggup hendaklah dia meluruskan dengan hatinya dan ini adalah iman yang paling lemah.โ€ HR. Muslim 49. Ini menunjukkan wajibnya menjauhi pelaku maksiat ketika mereka menampakkan kemungkaran. Karena orang yang tidak menjauhi kemungkaran mereka, berarti ridha dengan perbuatan mereka. Dan ridha dengan perbuatan kekufuran adalah kekufuran. Allah menegaskan, โ€œBerarti kalian seperti mereka.โ€ Sehingga semua yang duduk bersama di majlis maksiat, dan tidak menghingkarinya, maka dosa mereka sama. Tafsir al-Qurthubi, 5/418. Hubungan Suami, Istri & Anak Ketika suami sebagai kepala rumah tangga, membiarkan istrinya atau putrinya bermaksiat, menampakkan aurat, maka kepala keluarga turut mendapatkan dosanya. Karena berarti dia menyetujui kemaksiatan yang dilakukan keluarganya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahkan memberikan ancaman keras bagi suami semacam ini, dan beliau sebut dengan gelar dayuts lelaki tanpa cmburu. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts. HR. Ahmad 6180, Nasai 2562, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth. Mengenai pengertian dayuts, dalam kamus al-Misbah dinyatakan, Dayuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. al-Mishbah al-Munir, madah da โ€“ ya โ€“ tsa. Berbeda ketika suami telah mengingatkan istrinya atau putrinya untuk meninggalkan yang terlarang, sudah diberi peringatan, bahkan ancaman dan hukuman, namun mereka tetap melanggar, dan suami tidak bisa mengambil tindakan apapun, maka suami tidak menanggung dosa mereka. Sebagaimana ini yang terjadi pada Nabi Nuh dan Nabi Luth. Istri kedua orang soleh ini mengkhianati suaminya. Mereka dihukum oleh Allah. [] Sumber konsultasi syariah Bedahalnya ketika suami tidak shalat maka sang istri tidak ikut bertanggung jawab kelak di pengadilan sang Khalik. Dalam hal ini bukanlah karena dosa istri ditanggung oleh suami namun suami bertanggung jawab akan akhlak istrinya. Wajib mendidiknya menjadi wanita yang taat pada aturan Allah. Suami wajib mengingatkan istri ketika istri melakukan ๏ปฟJAKARTA - Seorang suami bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya karena ia merupakan kepala keluarga. Namun, apakah suami akan turut menanggung dosa apabila istrinya tidak mau berjilbab. Dilansir dari About Islam, Selasa 2/2, Associate Professor di department of Islamic Studies in English, Al-Azhar University, Mesir, Mohammad S. Alrahawan, menyatakan Allah telah memerintahkan para suami dan ayah untuk mengambil tanggung jawab mereka dalam mengajar dan memberikan nasihat yang tulus kepada istri dan sesamanya. Di dalam Alquran Allah berfirman, โ€œHai orang-orang yang beriman, lindungi dirimu dan keluargamu dari api yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjagaan malaikat-malaikat yang keras dan kejam, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan," At-Tahrim ayat 6.
Dalamhadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan nilai dosa akibat menjadi pelopor maksiat, ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู‹ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูุฒู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูุฒู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูุŒ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุก
Membangun rumah tangga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah menjadi tujuan dan cita-cita bagi semua pasangan suami istri. Namun, pastinya dalam kehidupan rumah tangga tidak selalu dapat berjalan mulus sebab tentu cobaan dan juga rintangan selalu saja dapat hadir untuk itu diperlukan cara menjaga keharmonisan rumah tangga . Dalam rumah tangga sendiri terdapat perbedaan kedudukan tentunya baik bagi suami atau juga istri sebagaimana kewajiban suami terhadap istri dan kewajiban istri terhadap suami . Namun istri memiliki posisi yang istimewa, terutama bagi mereka yang dapat menjadi ciri ciri istri sholehah, sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŒ, ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุฉูโ€œDunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia yaitu istri yang shalihahโ€Sedangkan kedudukan kaum laki-laki dalam rumah tanggal dijelaksn dalam firman Allah SWT berikut ini โ€œKaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.โ€ 4 34.Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan telah melanggar hak-hak isterinya. Oleh karena itu perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang oleh islam dikategorikan sebagai tindakan dosa suami terhadap istri sebagaimana dosa yang tak terampuni adapun 13 Dosa Suami Terhadap Istri beserta Mengajarkan Ilmu AgamaPerbuatan pertama yang dapat masuk sebagai kategori perbuatan dosa suami terhadap istri adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri. Padahal sudah menjadi kewajiban suami untuk memelihara diri dan keluarga yang dipimpinnya dari perihnya azab kubur dan siksa neraka sebagaimana dalam Firman Allah SWT berikut.โ€œHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan,โ€ QS. At-Tahrim6.2. . Tidak merasa Cemburu Dosa yang kedua adalah tidak merasa cemburu terhadap istri. Dalam rumah tangga sendiri sifat cemburu sangat diperlukan sebagai bumbu bumbu dalam cinta, namun tentu saja hal ini tidak diperbolehkan dilakukan dengan berlebihan. Berikut hadist yang menjelaskan mengenai hal ini โ€œTiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts,โ€ An-Nasaโ€™i dinilai hasanโ€™ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah 674.Ad-Dayyutsdayus adalah lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga/ Tidak Memberi NafkahSudah banyak contoh para suami yang tak malu menelantarkan istrinya tanpa uang nafkah atau uang belanja sama sekali, ini merupakan dosa yang luar biasa. Bayangkan seorang wanita yang telah rela meninggalkan kedua orangtuanya untuk hidup mengabdi pada suami, bahkan rela mengandung anak dan melahirkannya untuk sang suami, namun diperlakukan seperti binatang peliharaan yang terabaikan dengan tidak diberi nafkah lahir sebagaimana hukum suami pelit menfkahi istri . Sungguh suami telah berbuat dosa besar jika melakukan hal ini.โ€Rasululluah bersabda, seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,โ€ Dawud CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani.4. Membiarkan Istri Bekerja untuk Menafkahi SuamiSaat ini banyak istri yang memilih untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarga. Namun hal ini tentu tidak bisa menjadi alasan bagi suami untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan rumah tangga dalam hal mencari nafkah. Terelbih lagi jika suami malah memilih bersantai leyeh leyeh dan membiarkan istri yang bekerja.โ€Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita,โ€œ CD, Bukhari,Tirmidzi,dan Nasaโ€™i.5. Memiliki Perasaan Benci Kepada IstriTentunya memiliki sifat benci terhadap istri merupakan salah satu bentuk dosa suami terhadap istri. Rasulullah telah mengingatkan akan hal ini melalui hadist berikut โ€œJanganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,โ€ Muslim.6. Enggan Membantu Istri dalam Pekerjaan RumahTidak sedikit suami yang ogah membantu pekerjaan domestik rumah tangga, padahal Rasulullah sendiri telah mencontohkan untuk membantu istri dalam persoalan rumahan sekalipun.โ€œBeliau Rasulullah membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat,โ€ Bukhari.7. Menyebarluaskan Aib IstriAib istri tentu juga merupakan aib suami yang harus ditutupi, bukan yang harus disebarluaskan, sebab jika demikian maka suami telah melakukan dosa terhadap istri.โ€œSesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya,โ€ Muslim.8. Poligami Tanpa Mengindahkan SyariatIslam tidak melarang poligami, namun hal imi harus mengikuti syariat islam. Sebab jika dilakukan diluar syariat islam, maka hal ini merupakan dosa suami kepada istri.โ€œKemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinlah seorang saja,โ€ An-Nisa 3.9. Menyakiti Istri Secara FisikMumukul, atau juga menyakiti istri secara fisik merupakan bentuk perbuatan dosa suami. Sebab wanita tentu merupakan kaum yang harus dilindungi. Selain merupakan perbuatan dosa, memukul dan menyiksa istri secara fisik juga merupakanj perbuatan yang melanggar hukum dan dapat dikenakan hukuman.โ€œHendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannyaโ€ฆโ€ Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani.10. Bersikap Buruk kapada Istri Sebaliknya Baik Terhadap Orang LainPadahal yang paling berhak menilai seseorang itu baik atau buruk bukanlah orang lain, melainkan pasangan kita sendiri.โ€œMukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaikโ€“baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya,โ€ at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani.11. Meremehkan Kedudukan IstriSuami dan istri memang memiliki kedudukan yang berbeda, namun tentunya hal ini tidak lantas membuat suami meremehkan kedudukan istri. bahkan istri memiliki posisi yang istimewa, penghargaan Islam terhadap kaum wanita sebagaimana tersebut dalam hadits nabiุงูŽู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุนูู…ูŽุงุฏู ุงู„ู’ุจูู„ูŽุงุฏู ุงูุฐูŽุงุตูŽู„ูุญูŽุชู’ ุตูŽู„ูุญูŽ ุงู„ู’ุจูู„ูŽุงุฏู ูˆูŽุงูุฐูŽุงููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ููŽุณูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุจูู„ูŽุงุฏู ุญุฏูŠุซโ€œ Wanita adalah tiang negara jika wanitanya baik maka baiklah negara, dan bila wanita buruk maka negara juga ikut burukโ€.12. Terburu Buru Mentalak Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ุฌูุฏูู‘ู‡ูู†ูŽู‘ ุฌูุฏูŒู‘ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ูู‡ูู†ูŽู‘ ุฌูุฏูŒู‘ ุงู„ู†ูู‘ูƒูŽุงุญู ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ู„ุงูŽู‚ูุŒ ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุฌู’ุนูŽุฉู.โ€œTiga hal yang bila dikatakan dengan sungguh-sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi pula, yaitu nikah, talak dan Tidak Setia Terhadap IstriKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman โ€œHendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuatโ€. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannyaโ€. [an-Nur/24 30-31].itulah tadi 13 Dosa Suami Terhadap Istri beserta dalilnya. Semoga artikel ini dapat membantu.
BacaJuga: Suami Harus Peka, Istri Juga Ingin `Nikmat` Seseorang tak akan menanggung dosa orang lain. Dosa suami hanyalah ketika ia tidak mendidik, mengingatkan dan memperingatkan istri. Apabila hal itu telah dilakukan, maka ketika istri tetap saja bermaksiat dan tidak mematuhi suaminya, maka dosa itu tetap ditanggung oleh si istri itu sendiri. KETIGA, Membiarkan kemunkaran terjadi di tengah keluarganya, padahal dia mampu mengingatkannya Nabi shallallahu alaihi wa sallam mewajibkan kita untuk mengingkari kemungkaran yang ada di hadapan kita. Baik dengan tangan, lisan, atau minimal hatinya membenci. Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑู’ู‡ู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุถู’ุนูŽูู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู โ€œSiapa yang melihat kemungkaran hendaklah meluruskannya dengan tangannya, maka jika tidak sanggup hendaklah meluruskan dengan lisannya, jika tidak sanggup hendaklah dia meluruskan dengan hatinya dan ini adalah iman yang paling lemah.โ€ HR. Muslim 49. Bagian dari pengingkaran terhadap kemungkaran itu adalah menjauhinya dan bergabung dengan pelaku kemungkaran. Allah ingatkan para hamba-Nya untuk tidak kumpul dengan orang munafiq, ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ู†ูŽุฒูŽู‘ู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽู†ู’ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุขูŽูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠููƒู’ููŽุฑู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽู‡ู’ุฒูŽุฃู ุจูู‡ูŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุนูุฏููˆุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฎููˆุถููˆุง ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุฅูุฐู‹ุง ู…ูุซู’ู„ูู‡ูู…ู’ โ€œSungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan oleh orang-orang kafir, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sungguh jika kalian tidak menyingkir, berarti kalian serupa dengan mereka.โ€ QS. an-Nisa 140 Allah sebut, orang yang ikut nimbrung bersama orang kafir atau orang munafiq dalam melakukan kekufuran dengan โ€œjika kalian tidak menyingkir, berarti kalian serupa dengan mereka.โ€ Al-Qurthubi mengatakan, ููŽุฏูŽู„ูŽู‘ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆุจู ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุตููŠ ุฅูุฐูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŒ ุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู†ูุจู’ู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ููุนู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ุถูŽุง ุจูุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ูƒููู’ุฑูŒ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุฅูุฐุงู‹ ู…ูุซู’ู„ูู‡ูู…ู’ . ููŽูƒูู„ูู‘ ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ูููŠ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ูƒูุฑู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ูˆูุฒู’ุฑู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ Ayat ini menunjukkan wajibnya menjauhi pelaku maksiat ketika mereka menampakkan kemungkaran. Karena orang yang tidak menjauhi kemungkaran mereka, berarti ridha dengan perbuatan mereka. Dan ridha dengan perbuatan kekufuran adalah kekufuran. Allah menegaskan, โ€œBerarti kalian seperti mereka.โ€ Sehingga semua yang duduk bersama di majlis maksiat, dan tidak menghingkarinya, maka dosa mereka sama. Tafsir al-Qurthubi, 5/418. Hubungan Suami, Istri & Anak Ketika suami sebagai kepala rumah tangga, membiarkan istrinya atau putrinya bermaksiat, menampakkan aurat, maka kepala keluarga turut mendapatkan dosanya. Karena berarti dia menyetujui kemaksiatan yang dilakukan keluarganya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahkan memberikan ancaman keras bagi suami semacam ini, dan beliau sebut dengan gelar dayuts lelaki tanpa cemburu. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุงู‚ูู‘ ู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุชูŽุฑูŽุฌูู‘ู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ูŠูู‘ูˆุซู Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts. HR. Ahmad 6180, Nasai 2562, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth. Mengenai pengertian dayuts, dalam kamus al-Misbah dinyatakan, ุฃู† ุงู„ุฏูŠูˆุซ ู‡ูˆ ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุบูŠุฑุฉ ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ู‡ Dayuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. al-Mishbah al-Munir, madah da โ€“ ya โ€“ tsa. Berbeda ketika suami telah mengingatkan istrinya atau putrinya untuk meninggalkan yang terlarang, sudah diberi peringatan, bahkan ancaman dan hukuman, namun mereka tetap melanggar, dan suami tidak bisa mengambil tindakan apapun, maka suami tidak menanggung dosa mereka. Sebagaimana ini yang terjadi pada Nabi Nuh dan Nabi Luth. Istri kedua orang soleh ini mengkhianati suaminya. Mereka turut dihukum oleh Allah, setelah Allah menyelamatkan kedua nabi-Nya โ€“ alaihis shalatu was salam. Wallahu aโ€™lam. [] Sumber Bersandarpada hadits Rasulullah yang berbunyi: "Ketahuilah, adapun hak-hak istri yaitu hendaknya kalian memberikan kebaikan kepada mereka perihal pakaian dan makanan." (HR At-Tirmidzi) 5. Memaafkan Istri Manusia tidak luput dari kesalahan, begitu pula seorang istri. ๏€• Lifestyle Inspirasi & Unik Kamis, 9 Juni 2022 - 0418 WIB VIVA โ€“ Kehidupan pernikahan sudah seharusnya dijalani dengan sebaik-baiknya sebab termasuk sebagai ibadah kepada Allah SWT. Dalam berumah tangga alangkah baiknya bila dilandasi syariat Islam. Salah satunya adalah istri yang berbakti pada suami, karena suami adalah pintu surga bagi istri. Sebagai mana dalam hadits, Rasulullah berfirmanโ€œKalau saya boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminyaโ€. HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan Ibnu Majah Albani mengatakan hadits ini hasan Shahih. Mengutip Salamdakwah Berbakti pada suami juga bertujuan agar istri terhindar dari dosa dan murka Allah SWT. Sebab, ada beberapa tindakan-tindakan yang sering dianggap remeh padahal termasuk sebagai dosa besar bagi sang dari dari beberapa sumber, berikut VIVA telah merangkum 9 dosa besar istri terhadap suami yang wajib kamu ketahui agar terhindar dari murka Allah. Salah satunya sering Menentang perintah suamiDalam rumah tangga, sudah seharusnya istri menjalankan kewajibannya terhadap suami, selain itu istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau permintaan tolong selagi semuanya masih dalam hal kebaikan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikutโ€œSeorang istri belum menunaikan hak Rabbnya, sebelum dia menunaikan hak suaminya. Seandainya suami meminta pelayanan dirinya dalam kondisi dia di dapur, maka dia tidak diperkenankan untuk menolaknya.โ€ HR. Ibnu Majah, 1853 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib, 1938. Mengutip Salamdakwah Halaman Selanjutnya 2. Menolak hubungan suami istri N5m8J2.