SIKKA, KOMPAS.com - Pakar Komunikasi Universitas Nusa Nipa Indonesia, Jonas KGD Gobang menanggapi hasil survei Litbang Kompas Desember 2023 terkait elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024. Adapun berdasarkan survei yang dilakukan pada 29 November-4 Desember 2023 itu, Prabowo-Gibran memperolehSejumlah lembaga survei mengukur elektabilitas tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pemilu 2024. Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan jajak pendapat Litbang Kompas pada Desember 2024, mengeluarkan hasil survei tingkat elektabilitas terbaru pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mengikuti kontestasi Pemilu 2024. Dibandingkan survei yang digelar pada 28 Februari-8 Maret 2021, terjadi penurunan tingkat kepuasan masyarakat. Pada periode tersebut, responden yang merasa sangat puas pada kinerja Jokowi secara umum sebesar 16,5 persen. Kemudian, yang merasa cukup puas 60,5 persen, kurang puas 19,9 persen, dan sangat tidak puas 2,4 persen. Hasil survei Litbang Kompas periode Januari-Februari 2023 memetakan, jika Ganjar-Prabowo berpasangan, keduanya mampu menguasai suara sebagian pemilih. Menurut hasil jajak pendapat Januari 2023, potensi elektabilitas Ganjar mencapai 25,3-37 persen. Namun, angka itu belum mutlak. 26 Mei 2023, 13:46 WIB. Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan adanya peningkatan ketergantungan publik dalam memilih sosok bakal calon presiden (capres) sesuai preferensi Presiden Joko Widodo. Preferensi dukungan Jokowi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan publik dalam menentukan capres pilihannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hasil survei Litbang Kompas terbaru, elektabilitas Prabowo-Gibran unggul sebesar 39,3 persen. TRIBUNNEWS.COM - Litbang Kompas merilis hasil survei terbaru elektabilitas calon presiden dan calon
Menurut survei Litbang Kompas periode Agustus 2023, ada 27,9 persen undecided voters atau pemilih yang masih bimbang. Angka ini justru meningkat dibanding survei periode Mei 2023 yang merekam jumlah pemilih bimbang sebesar 24,7 persen. Baca juga: Agenda Media, Program Bakal Capres, dan Respons Netizen. Pada survei Mei 2023, pemilih yang sudahLitbang Kompas merilis hasil survei terbaru elektabilitas bakal capres 2024. Simulasi tiga nama, Ganjar Pranowo mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Jakarta, CNBC Indonesia - Litbang Kompas telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas bakal calon presiden yang diproyeksi akan bertarung dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024. Hasilnya, elektabilitas Prabowo Subianto mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
SuaraJawaTengah.id - Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (11/12/2023) menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo -Mahfud Md berada pada urutan terakhir yaitu 15,3 persen. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas sebesar 39,3
Dalam survei terkini pada 7-12 Maret 2022, Litbang Kompas mendapatkan hasil, sebanyak 66,1 persen responden tidak tahu terkait berakhirnya pemimpin daerah mereka. Survei ini dilakukan terhadap 1.002 responden di 34 provinsi melalui sambungan telepon. "Mayoritas responden tidak tahu bahwa masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir.
Rangkuman Hasil Survei Litbang Kompas dari 2022. Sejak 2022, elektabilitas para pasangan calon mengalami perubahan, baik kenaikan maupun penurunan. Selengkapnya, berikut ini hasil survei Litbang Kompas tentang elektabilitas capres 2024, antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, dirangkum dari Harian Kompas, sejak Januari 2022.Ia mengungkapkan, hasil ini tak jauh berbeda dengan hasil survei Litbang Kompas pada Januari lalu. Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas PDI-P Teratas, Disusul Gerindra-Demokrat. Kala itu, Prabowo memiliki tingkat elektabilitas 26,5 persen, elektabilitas Ganjar sebesar 20,5 persen dan Anies memiliki keterpilihan 14,2 persen.
vghE3e.